Kartu Sakti Sriwijaya Air, Bisa Terbang Sepuasnya

 

 

sriarrt_20160609_134317Jakarta – Disebut sebagai yang pertama di dunia penerbangan. Maskapai Sriwijaya Air meluncurkan kartu sakti. Traveler bisa terbang sepuasnya selama setahun.

Sriwijaya Air Group meluncurkan produk baru berupa kartu cerdas untuk para traveler, seperti rilis yang diterima detikTravel, Selasa (10/4/2018). Kartu ini memberikan kemudahan dan keleluasaan bagi traveler untuk menggunakannya. Kartu ini adalah Kartu Sriwijaya Air Travel Pass (SJ Travel Pass).

Melalui kartu SJ Travel Pass, pelanggan akan diberi kemudahan untuk menggunakan kartu tersebut dalam melakukan penerbangannya. Kartu SJ Travel dapat digunakan setiap saat selama satu tahun dari masa berlakunya.

“Jadi, pelanggan dapat terbang kapan pun juga tanpa ada pengecualian, meskipun hari-hari besar tertentu yang biasanya disebut sebagai black out date,” ujar Agus Soedjono, Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Group.

Selain itu, traveler juga diberi keleluasaan menggunakan kartu tersebut selsuai keinginan mereka.

“Keleluasaan yang diberikan yaitu pelanggan dapat menggunakan SJ Travel Pass ini untuk terbang setahun sekali bisa, sebulan sekali boleh, seminggu sekali juga boleh atau bahkan setiap hari sekali pun bisa,” sambungnya.

Untuk mendapatkan SJ Travel Pass, traveler harus merogoh kocek Rp 12 juta dan kartu tersebut akan berlaku selama satu tahun.

Pembelian SJ Travel Pass dapat dilakukan melalui website resmi Sriwijaya Air Group, Mobile App Sriwijaya Air dan Kantor Penjualan Sriwijaya Air di seluruh Indonesia.

Jadwal pembelian kartu SJ Travel Pass hanya dibuka selama dua bulan yaitu mulai tanggal 9 April-9 Juni 2018, sehingga jumlahnya pun sangat terbatas.

Hadirnya SJ Travel Pass ini pun mendapat dukungan yang baik dari mitra perbankan Sriwijaya Air Group, yaitu di antaranya Bank BCA, Bank BNI, Bank Mandiri dan Bank Permata. Dukungan ini tidak sekadar sebagai channel distribution pembelian, namun juga memberikan kemudahan installment (cicilan) 0% melalui kartu kredit dengan tenor 3 bulan, 6 bulan sampai dengan 12 bulan.

“Sungguh ini menjadi kartu pertama di dunia jasa penerbangan, dan akan menjadi satu-satunya kartu yang dapat bermakna lebih untuk pelanggan karena memiliki kemudahan dan keleluasaan untuk bertransaksi serta melakukan perjalanan bersama Sriwijaya Air Group,” tutup Agus.

Sumber : detik.com
Advertisements

Kunjungan Ke Bromo Bakal Dibatasi, Sistem “Booking Online” Akan Diterapkan.

_DSC0586
Gunung Bromo / Foto : Dok. Narayana Adventure

MALANG, KOMPAS.com – Pengelola Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akan membatasi kunjungan wisata ke kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. Pembatasan itu untuk melindungi Bromo sebagai kawasan konservasi alam.

“Jadi begini mas, kita akan menyesuaikan kunjungan wisatawan ke Bromo dengan daya dukung kawasan. Karena bagaimanapun BTS (Bromo Tengger Semeru) adalah kawasan konservasi. Jadi prinsip kunjungan juga memperhatikan kondisi kawasan,” kata Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas TNBTS, Sarif Hidayat melalui pesan tertulis kepada Kompas.com, Sabtu (3/2/2018) malam.

Ia menyebutkan, tahun lalu pihaknya sudah melakukan kajian daya dukung kawasan bersama tenaga ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Harini Muntasib. Dari kajian tersebut, muncul daya dukung maksimal kunjungan untuk kawasan tersebut.

Setiap lokasi wisata yang ada di kawasan itu memiliki daya dukung yang berbeda – beda. Untuk Bukit Kaki Jenggot atau Telletubies daya dukungnya sebenyak 3.199 orang per hari. Sementara untuk Bromo Laut Pasir daya dukungnya sebanyak 5.806 orang per hari, Puncak Penanjakan 892 orang per hari, Bukit Kedaluh atau Kingkong sebanyak 434 orang per hari dan Bukit Cinta sebanyak 141 orang per hari.

“Jadi berdasarkan hasil kajian daya dukung kawasan, masing – masing point kunjungan berbeda – beda,” katanya.

Selain itu, pembatasan kunjungan juga dilandaskan atas pertimbangan kenyamanan wisatawan. Selama ini banyak wisatawan yang mengeluh karena kunjungan terlalu padat.

“Salah satu pertimbangan lainnya kita sering juga mendapat keluhan atau masukan dari beberapa pengunjung yang menyampaikan ke kita tentang banyaknya pengunjung di suatu tempat dan mengganggu kenyamanan kunjungan,” katanya.

“Dibeberapa jalur menuju dan keluar kawasan pada saat ramai kunjungan juga berpotensi mengurangi kenyamanan dan keamanan kunjungan atau crowded. Atas dasar itulah kita akan coba menyesuaikan kunjungan dengan daya dukung kawasan sebagaimana rekomendasi hasil kajian tersebut,” tambah dia.

Belum dipastikan kapan pembatasan kunjungan itu akan diberlakukan. Pihaknya masih akan melakukan konsultasi dengan seluruh pemangku wisata di Kawasan Gunung Bromo.

“Untuk menuju kesana, penyesuaian pengunjung, tentunya juga masih diperlukan beberapa tahapan. Misalnya konsultasi publik atau sosialisasi karena menyangkut banyak stakeholders, bagaimana teknisnya dan kesiapan prasarana lainnya,” ucapnya.

Untuk memaksimalkan pembatasan itu, pihaknya akan menerapkan sistem booking tiket online. Namun, penerapan sistem online itu akan dilakukan secara bertahap.

“Kita juga akan coba lakukan dengan sistem kunjungan via booking online seperti halnya pendakian (Gunung Semeru). Sekali lagi terobosan – terobosan pengelolaan kunjungan tersebut akan kita lakukan secara bertahap dan pertimbangan matang,” kata dia.

Sumber : Kompas.com

Open Trip Bromo Tahun Baru 2018

Bromo Trip
Wisata Bromo Tahun Baru

ITINERARY

Hari 1 (31 Desember 2017)
08.00 : Penjemputan di Stasiun/ Bandara Malang,  Makan Pagi (Exclude)
09.30 : Start dari Malang menuju Homestay
10.30 : Sampai di Homestay,Istirahat dan  Makan Siang (Include 1)
12.30 : Start menuju Air Terjun Coban Pelangi
13.30 : Sampai di Air Terjun Coban Pelangi, Explore dan main basah basahan.
16.30 : Agro WIsata Apel Malang
18.00 : Balik Ke homestay, Isirahat dan Makan Malam (Include 2)

Hari 2 (1 Januari 2018)
01.00 : Bangun tidur, prepare,
02.00 : Start menuju Penanjakan 2  Seruni
03.45 : Sampai di Penanjakan 2, Menantikan Matahari 2018
05.30 : Menuju Gunung Bromo
06.00 : Sampai di Gunung Bromo, EXPLORE
10.30 : Pasir Berbisik & Bukit Teletubbies, Kembali ke Homestay
12.30 : Makan Siang (Include 3), Istirahat dan persiapan Pulang Ke Malang
13.30 : Bertolak menuju Malang
14.30 : Toko Oleh-Oleh Khas Malang
16.00 : Kembali ke Kota asal

Paket Wisata Bromo Tahun Baru
Paket Wisata Bromo Tahun Baru

Rate : 550.000/pax Start Malang

Include :

– Transportasi Antar Jemput Stasiun-Homestay PP
– Transportasi Private Jeep ke Bromo (Jeep Terbuka)
– Tiket masuk Semua Objek Wisata
– Makan 3x
– Homestay 1 Kamar 2 orang (Rumah Penduduk di Desa Gubugklakah)
– Guide Lokal Berpengalaman
– Dokumentasi Foto
– Banner Exclusive

Info dan Reservasi :
MOB/ WA : 089637080592
ID Line : narayanatrip
Mail : narayanaadventure@gmail.com

Kebakaran di Bromo Meluas, Area yang Terbakar Capai 80 Hektar

Kebakaran di padang rumput atau Sabana di Gunung Bromo sudah mencapai 80 hektar. Para petugas saat ini masih terus berjibaku memadamkan api.

Kabid Wilayah I TNBTS Farianna Prabandari mengatakan, pihaknya saat ini menangani kebakaran di kawasan konservasi padang sabana Bromo. Namun upaya pemadaman sukar dilakukan karena angin sedang kencang.

“Area yang terbakar diperkirakan mencapai lebih 80 hektar lahan. Puluhan hektar lahan itu, tidak hanya padang sabana, namun juga area perbukitan yang mengelilingi Gunung Bromo. Mudah-mudahan bisa segera padam,” kata Farianna, Selasa (12/9/2017).

Farianna menyebutkan, petugas yang membantu pemadaman dari unsur TNI, Polri, relawan Bromo Lovers, dan pihak lainnya.

“Kebakaran di padang sabana lebih mudah diatasi. Tapi yang di lereng atau tebing cukup sulit. Titik api juga merambat ke daerah Jontur, Watu Kuto, dan lereng B29, yang terletak di sisi selatan Gunung Bromo. Bahkan api juga dilaporkan membakar area flora di sekitar Penanjakan Kabupaten Pasuruan, meliputi Dingklik dan bukit cinta,” jelasnya.

Diketahui, kebakaran melanda padang sabana di Bukit Teletubbies kawasan Gunung Bromo, Senin (11/9/2017). Dugaan awal, kebakaran di kawasan konservasi flora itu dikarenakan puntung rokok yang dibuang sembarangan.

Kebakaran diketahui oleh wisatawan saat berkunjung di sekitar bukit teletubbies. “Untuk penyebabnya, belum kami ketahui secara pasti. Saat ini kami masih fokus kepada proses pengendalian api, baru kemudian menyelidiki penyebabnya,”  kata Farianna.

SUmber : Kompas.com