Kunjungan Ke Bromo Bakal Dibatasi, Sistem “Booking Online” Akan Diterapkan.

_DSC0586
Gunung Bromo / Foto : Dok. Narayana Adventure

MALANG, KOMPAS.com – Pengelola Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akan membatasi kunjungan wisata ke kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. Pembatasan itu untuk melindungi Bromo sebagai kawasan konservasi alam.

“Jadi begini mas, kita akan menyesuaikan kunjungan wisatawan ke Bromo dengan daya dukung kawasan. Karena bagaimanapun BTS (Bromo Tengger Semeru) adalah kawasan konservasi. Jadi prinsip kunjungan juga memperhatikan kondisi kawasan,” kata Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas TNBTS, Sarif Hidayat melalui pesan tertulis kepada Kompas.com, Sabtu (3/2/2018) malam.

Ia menyebutkan, tahun lalu pihaknya sudah melakukan kajian daya dukung kawasan bersama tenaga ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Harini Muntasib. Dari kajian tersebut, muncul daya dukung maksimal kunjungan untuk kawasan tersebut.

Setiap lokasi wisata yang ada di kawasan itu memiliki daya dukung yang berbeda – beda. Untuk Bukit Kaki Jenggot atau Telletubies daya dukungnya sebenyak 3.199 orang per hari. Sementara untuk Bromo Laut Pasir daya dukungnya sebanyak 5.806 orang per hari, Puncak Penanjakan 892 orang per hari, Bukit Kedaluh atau Kingkong sebanyak 434 orang per hari dan Bukit Cinta sebanyak 141 orang per hari.

“Jadi berdasarkan hasil kajian daya dukung kawasan, masing – masing point kunjungan berbeda – beda,” katanya.

Selain itu, pembatasan kunjungan juga dilandaskan atas pertimbangan kenyamanan wisatawan. Selama ini banyak wisatawan yang mengeluh karena kunjungan terlalu padat.

“Salah satu pertimbangan lainnya kita sering juga mendapat keluhan atau masukan dari beberapa pengunjung yang menyampaikan ke kita tentang banyaknya pengunjung di suatu tempat dan mengganggu kenyamanan kunjungan,” katanya.

“Dibeberapa jalur menuju dan keluar kawasan pada saat ramai kunjungan juga berpotensi mengurangi kenyamanan dan keamanan kunjungan atau crowded. Atas dasar itulah kita akan coba menyesuaikan kunjungan dengan daya dukung kawasan sebagaimana rekomendasi hasil kajian tersebut,” tambah dia.

Belum dipastikan kapan pembatasan kunjungan itu akan diberlakukan. Pihaknya masih akan melakukan konsultasi dengan seluruh pemangku wisata di Kawasan Gunung Bromo.

“Untuk menuju kesana, penyesuaian pengunjung, tentunya juga masih diperlukan beberapa tahapan. Misalnya konsultasi publik atau sosialisasi karena menyangkut banyak stakeholders, bagaimana teknisnya dan kesiapan prasarana lainnya,” ucapnya.

Untuk memaksimalkan pembatasan itu, pihaknya akan menerapkan sistem booking tiket online. Namun, penerapan sistem online itu akan dilakukan secara bertahap.

“Kita juga akan coba lakukan dengan sistem kunjungan via booking online seperti halnya pendakian (Gunung Semeru). Sekali lagi terobosan – terobosan pengelolaan kunjungan tersebut akan kita lakukan secara bertahap dan pertimbangan matang,” kata dia.

Sumber : Kompas.com

Advertisements

Jepret Jepret Foto di Pantai Pangandaran – Green Canyon Jawa Barat

 

Outing Bersama Dewan Guru dan Staff MTs 21 Pondok Kelapa Jak-Tim

Info Wisata Pangandaran 
Mob/ WA : 0896.370.80592
ID Line : narayanatrip
Surel : narayanaadventure@gmail.com

Open Trip Bromo Tahun Baru 2018

Bromo Trip
Wisata Bromo Tahun Baru

ITINERARY

Hari 1 (31 Desember 2017)
08.00 : Penjemputan di Stasiun/ Bandara Malang,  Makan Pagi (Exclude)
09.30 : Start dari Malang menuju Homestay
10.30 : Sampai di Homestay,Istirahat dan  Makan Siang (Include 1)
12.30 : Start menuju Air Terjun Coban Pelangi
13.30 : Sampai di Air Terjun Coban Pelangi, Explore dan main basah basahan.
16.30 : Agro WIsata Apel Malang
18.00 : Balik Ke homestay, Isirahat dan Makan Malam (Include 2)

Hari 2 (1 Januari 2018)
01.00 : Bangun tidur, prepare,
02.00 : Start menuju Penanjakan 2  Seruni
03.45 : Sampai di Penanjakan 2, Menantikan Matahari 2018
05.30 : Menuju Gunung Bromo
06.00 : Sampai di Gunung Bromo, EXPLORE
10.30 : Pasir Berbisik & Bukit Teletubbies, Kembali ke Homestay
12.30 : Makan Siang (Include 3), Istirahat dan persiapan Pulang Ke Malang
13.30 : Bertolak menuju Malang
14.30 : Toko Oleh-Oleh Khas Malang
16.00 : Kembali ke Kota asal

Paket Wisata Bromo Tahun Baru
Paket Wisata Bromo Tahun Baru

Rate : 550.000/pax Start Malang

Include :

– Transportasi Antar Jemput Stasiun-Homestay PP
– Transportasi Private Jeep ke Bromo (Jeep Terbuka)
– Tiket masuk Semua Objek Wisata
– Makan 3x
– Homestay 1 Kamar 2 orang (Rumah Penduduk di Desa Gubugklakah)
– Guide Lokal Berpengalaman
– Dokumentasi Foto
– Banner Exclusive

Info dan Reservasi :
MOB/ WA : 089637080592
ID Line : narayanatrip
Mail : narayanaadventure@gmail.com

Kebakaran di Bromo Meluas, Area yang Terbakar Capai 80 Hektar

Kebakaran di padang rumput atau Sabana di Gunung Bromo sudah mencapai 80 hektar. Para petugas saat ini masih terus berjibaku memadamkan api.

Kabid Wilayah I TNBTS Farianna Prabandari mengatakan, pihaknya saat ini menangani kebakaran di kawasan konservasi padang sabana Bromo. Namun upaya pemadaman sukar dilakukan karena angin sedang kencang.

“Area yang terbakar diperkirakan mencapai lebih 80 hektar lahan. Puluhan hektar lahan itu, tidak hanya padang sabana, namun juga area perbukitan yang mengelilingi Gunung Bromo. Mudah-mudahan bisa segera padam,” kata Farianna, Selasa (12/9/2017).

Farianna menyebutkan, petugas yang membantu pemadaman dari unsur TNI, Polri, relawan Bromo Lovers, dan pihak lainnya.

“Kebakaran di padang sabana lebih mudah diatasi. Tapi yang di lereng atau tebing cukup sulit. Titik api juga merambat ke daerah Jontur, Watu Kuto, dan lereng B29, yang terletak di sisi selatan Gunung Bromo. Bahkan api juga dilaporkan membakar area flora di sekitar Penanjakan Kabupaten Pasuruan, meliputi Dingklik dan bukit cinta,” jelasnya.

Diketahui, kebakaran melanda padang sabana di Bukit Teletubbies kawasan Gunung Bromo, Senin (11/9/2017). Dugaan awal, kebakaran di kawasan konservasi flora itu dikarenakan puntung rokok yang dibuang sembarangan.

Kebakaran diketahui oleh wisatawan saat berkunjung di sekitar bukit teletubbies. “Untuk penyebabnya, belum kami ketahui secara pasti. Saat ini kami masih fokus kepada proses pengendalian api, baru kemudian menyelidiki penyebabnya,”  kata Farianna.

SUmber : Kompas.com

Berburu Sumber Mata Air di Kabupaten Malang

Punya teman trip yang mempunyai hobi yang sama menurut gue itu seru sekali. Yahh seperti pada saat Liburan gue kemarin di Malang, yang kami lakukan adalah berburu mata air atau kalau orang sana bilang mata air itu Sumber. Kenapa kami berburu mata air? karena kami mempunyai hobi yang sama yaitu berenang… 🙂

Cuma berbekal Motor pinjaman dan seperangkat GPS via Smartphone ala kadar nya kami memulai berburu mata air. Tujuan perdana kali ini  adalah ke Sumber Sira di Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang. Kabar yang beredar dari dunia Instagram, Sumber Sira ini memiliki air yang sangat jernih sekali, saking jernih nya kita bisa melihat dasar air dengan sangat jelas. Selain itu, di dasar nya banyak ditumbuhi sejenis tanaman ganggang berwarna hijau, semakin menambah pesona sumber mata air ini. Betulkan? yuk cap cuz cyynn…

 

Loket Tiket Wisata Sumber Sira Malang
Loket Tiket Masuk Wisata Sumber Sira Malang

Dari Desa Gubugklakah, perjalanan ke SUmber Sira ditempuh dalam waktu kurang lebih 1,5 Jam. Lokasi nya lumayan jauh juga ternyata, Keluar masuk perkebunan tebu warga yang lumayan berdebu. Akses jalannya pun kurang mulus namun tidak begitu jauh dari jalan raya. Tiket masuknya tergolong murah, cuma 3000 idr per orang nya.

Kesan pertama masuk ke Sumber Sira ini adalah teduh dan panas. Iya karena memang sebagian sumber ini kelilingi pohon pohon peneduh yang lebat dan sebagian lagi merupakan ladang/ sawah milik warga yang gersang. Dan seperti kabar yang beredar, air di SUmber Sira ini memang sangat jernih sekali, tak sabar kami langsung berganti baju dan menyelam merasakan segar dan sejuknya Sumber Sira.

SAM_4122
SUmber Sira Kabupaten Malang
IMG_3389
Menyelam di Dasar Sumber Sira Kab. Malang

SUmber Sira adalah mata air yang dangkal. Kedalaman Maksimal diperkirakan cuma mencapai 175cm. Karena dasarnya masih berupa pasir, air nya jadi mudah keruh kalau terlalu sering diinjak. Dan harus sedikit berhati hati , pasalnya tanaman ganggang hijau di dasar air sangat mudah patah.  Untuk yang kurang bisa berenang, disini sudah tersedia persewaan ban dalam. Warung warung kecil pun tersedia di tepi jalan masuk Sumber Sira, jadi jangan takut kelaparan 🙂 Ahh menyenangkan sekali..

***

Petualangan pun berlanjut. Kali ini gue mencari Mata Air yang lebih menantang dari sebelumnya. Setelah mencari di Kitab Instagram, gue jatuh hati dengan Sumber Jenon di Desa Gunungronggo Tanjinan Kabupaten Malang. Denger denger cerita dari warga lokal, diketahui bahwa Sumber Jenon ini adalah tempat angker. Bahkan seorang temen gue asli Malang gak mau ikut alasannya takut. Penasaran, gue mulai cari info nya di Youtube. Dan ternyata memang benar kalau SUmber Jenon ini merupakan tempat yang dikeramatkan/ angker dan pernah dijadikan lokasi Syuting Acara kepo kepoan sama Setan (DUa Dunia, Trans 7) 😀

IMG_3584
Sumber Jenon

Terus Planning gue jadi Gagal gitu karena demit? Gak lah, rugi amat. Selama niat kita baik, Iman yang kuat gak ada yang perlu ditakutkan. Biarlah kita hidup secara berdampingan tanpa saling mengganggu bukan? Yang penting selalu waspada, dan berdoa minta perlindungan Alloh SWT.

[Klik disini : Wisata Bromo Budget Hemat]

Dan pilihan gue memang selalu tepat. Sumber Jenon memang jauh lebih bagus dari pada SUmber Sira. Kedalaman Sumber Jenon variasi dari 2 – 4 meter. Dan yang lebih unik nya, di dalam airnya terdapat fosil kayu yang sudah keras membantu yang diperkirakan berusia ratusan tahun. Air di Sumber Jenon ini berwarna hijau tosca dan kebiruan. Sangat sejuk sekali karena berasal dari mata Air Pegunungan Gunung Ronggo.

IMG_3539
Sumber Jenon Malang

 

Konon, rumor mengatakan bahwa air SUmber Jenon ini sangat mujarab mengobati menyembuhkan berbagai macam penyakit, termasuk penyakit kulit.  Selain itu, Disini bisa kita jumpai juga sejenis ikan Sengkaring. Ikan Sengkaring adalah ikan berwarna hitam dan merah yang berukuran sekitar 50-170 centimeter. Jumlah ikan Sengkaring ini diyakini tak pernah berubah. Meskipun telah berkali-kali dipancing, ikan Sengkaring ini diyakini tetap berjumlah 37 ekor.

Harga Tiket masuk Sumber Jenon cuma 1000 idr. Muraaaah sekali, tapi sangat wajar karena tidak ada fasilitas apa-apa disini karena semua masih alami. Menyenangkan sekali bisa berenang disini, serasa kolam alami pribadi hehe… Next ada yang mau ikut..?

***

Belum puas juga,  kami beranjak lagi ke SUmber Mata Air lainnya yaitu Sumber Ringin. Sayangnya kami kurang beruntung, mata air sumber ini sedang kering akibat kemarau. Jadilah kami gigit jari dan balik kanan bubar jalan.

 

Malang, 4 September 2017

Berwisata ke TN Komodo? Siap-siap, Dilarang Bawa Botol Plastik Air Mineral!

Masalah sampah menjadi prioritas yang harus diselesaikan untuk memastikan wisata berkelanjutan di Taman Nasional (TN) Komodo yang terus melambung sebagai primadona dari 10 destinasi pariwisata prioritas Indonesia. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Manggarai Barat, Balai TN (BTN) Komodo bersama WWF-Indonesia pun menggelar Konsultasi Publik Rencana Pengelolaan Sampah Taman Nasional Komodo dan Kota Labuan Bajo di Hotel Prundi, Labuan Bajo, 31/07/2017 lalu.

“Pengelolaan sampah di TN Komodo harus komprehensif, dan tidak bisa dipisahkan dari Labuan Bajo,” ungkap Hendrikus Rani Siga Kepala Seksi BTN Komodo wilayah Pulau Komodo. “Diskusi dan dokumen ini memang penting, namun implementasinya yang menentukan apakah kita mampu membebaskan kawasan kita ini dari sampah,” tegas Yance Usman, Kepala DLHK, saat membuka acara.

Hasil kajian tim penyusun rencana pengelolaan mendapatkan bahwa rata-rata timbulan sampah yang dihasilkan Kota Labuan Bajo sebesar 112,4 m3/hari atau setara 12,8 ton/hari. “Penghasil sampah terbesar adalah rumah tangga yaitu sebesar 7,3 ton/hari, sisanya sampah dari non rumah tangga,” jelas M. Fariz dari tim penyusun.

Berdasarkan komposisi, sampah Kota Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo adalah 40,41% sampah organik, 33,17% sampah anorganik daur ulang/ekonomis, 5,52% sampah B3, dan 20,9% adalah residu. “Ada sekitar 4 ton lebih sampah daur ulang yang bisa dikelola,” katanya lagi.

Memang, saat ini, telah ada beberapa inisiatif pengelolaan sampah oleh masyarakat, salah satunya oleh Koperasi Serba Usaha (KSU) Sampah Komodo yang didampingi oleh WWF-Indonesia. Namun, aksi tersebut perlu diperkuat dan direplikasi.

“Kami mengusulkan supaya unit-unit pengangkutan sampah dari Dinas Kebersihan bisa menyuplai TPS 3R seperti KSU Sampah Komodo dengan sampah-sampah non-organik yang bisa didaur ulang.,” jelas Kennedy, pegiat sampah Labuan Bajo.

Lebih lanjut, kajian menunjukkan rata-rata timbulan sampah yang dihasilkan kawasan TN Komodo dari area pemukiman sebesar 12 m3/hari atau setara dengan 0,65 ton/hari, dan sampah dari kawasan wisata sebesar 0,19 m3/hari atau 0,008 ton per hari.

“Terkait ancaman sampah terhadap kawasan TN Komodo, kami mengkaji untuk mengeluarkan aturan bagi semua turis dan kapal-kapal wisata agar tidak membawa botol air mineral kemasan ke dalam kawasan,” papar Hendrikus.

“Wisatawan wajib menggunakan botol dan galon isin ulang dan membawa kembali sampah plastiknya,” tambahnya. Aturan ini bila direalisasikan, tentunya akan memberi dampak signifikan terhadap angka timbulan sampah di TN Komodo.

“Labuan Bajo harus berani melarang penggunaan kemasan plastik sekali pakai dan styrofoam,” jelas Sofia dari Trash Hero yang juga mengelola operator selam Dive Komodo. “Kita, baik pemerintah dan industri pariwisata, juga harus menunjukkan teladan pengurangan sampah,” lanjutnya.

Selain aspek reduksi sampah, dibutuhkan penambahan unit pengangkutan sampah, penambahan TPS 3R, pemisahan fungsi regulator dan operator persampahan, dan penegakan peraturan persampahan, khususnya terkait pemilahan dan retribusi.

“Rendahnya praktik pemilahan sampah di sumber menjadi kendala utama bagi semua investasi pengelolaan sampah ini. Target kita adalah mengoptimalkan fungsi TPS 3R, sehingga hanya residu yang menuju TPA” tutup Gustirinus, Sekretaris DLHK.

“Dokumen ini  akan kami teruskan untuk selanjutnya menjadi acuan bagi pengelolaan sampah di Kota Labuan Bajo dan TN Komodo,” tutup Gustirinus.

Kamu memiliki rencana berwisata ke TN Komodo? Siapkan botol minum sendiri, ya.

Sumber : www.wwf.or.id