Disiksa Gunung Prau

Saya sangat mencintai wisata pegunungan. Maklum kebetulan saya lahir dan besar di daerah pantai Pulau Bangka, jadi sangat udik kalau melihat wisata pegunungan. Meskipun sangat mencintai wisata pegunungan, seumur-umur saya gak pernah naik gunung. Naik gunung itu capek buat saya yang memiliki lemak seksi yang berlebihan haha .. a.k.a bongsor.

Tapi, Setahun yang lalu saya nekat naik gunung karena ajakan teman-teman genk jalan saya ke Gunung Prau Wonosobo. Saya nekad karena mereka bilang tracknya landai.. Sambil ngitung kancing baju, saya terima tantangannya karena mereka janji mau nungguin kalau saya jalannya lama hohoho

Bisa dibilang saya naik gunung Prau tanpa ada persiapan, ya karena memang saya tidak pernah mendaki sama sekali. Modal cuma tas backpack saja. Selebihnya Sleeping bag minjem, Matras minjem, Nesting minjem
Sampai hari H kita dah siap mendaki. Oiya ini kita ikutan pendakian massal , biar semua serba mudah sudah disiapin orang lokal dari Diengnya. Penjemputan di Terminal Mendolo Wonosobo jam 8 pagi. Semangat sekali saya, petantang petenteng bawa tas di punggung, pake jaket dan sepatu. Pokoknya kece badai kayak anak-anak gunung …

Ahh sial… saya ternyata dikibulin. Mana ada track pendakian nya landai. Baru beberapa puluh meter, cobaan datang menerpa saya. Sepatu saya sobek.. Iyalah, saya bukan pake sepatu gunung. Saya pake sepatu Futsal haha… .

Sepatunya akhirnya saya masukin tas, ganti sandal jepit. Itu juga dipinjemin teman. Ahhh Tiba tiba saya mendapat firasat yang kurang baik. Sayapun meneruskan perjalanaan.

 

Ane Disiksa Gunung Prau
Istirahat di Perjalanan
Baru 3/4 perjalanan nafas saya sudah lari balap-balapan. Keindahan Gn Prau sdh tdk bisa saya nikmati lagi karena sibuk ngatur nafas. 10 menit jalan, 5 menit istirahat. Mendekati maghrib saya belum juga tiba di Puncak, disaat yang lainnya sudah menghangatkan diri di perapian. Masker saya gak bawa, senter gak bawa (nebeng punya teman). Saya mengutuk diri saya sendiri kenapa mau maunya diajak mendaki gunung.
Dan akhirnya jam 8 malam saya tiba di Puncak Gunung Prau. Total 6.5 jam yang saya butuhkan untuk tiba di Puncak GN Prau, disaat yang lainnya cuma 3 jam. Saya tepaar langsung mencari tenda untuk istirahat. Ahh sial nya lagi, karena saya tibanya paling belakangan dapat lapak tenda yg burik. Pas di bawah punggung saya ada benjolan batu, yang membuat saya sangat tidak nyaman untuk istirahat. Disaat yang lainnya main bernyanyi, menghangatkan diri, bercanda di perapian, saya terbujur kaku tidur dihembusan dinginnya angin malam Gunung Prau.

Over All, Gunung Prau menyuguhkan lukisan alam yang dahsyat indahnya. Samudera awan, Hamparan bunga Daisy di Bukit Seribu yang berwarna dan pemandangan gunung kembar Sindoro dan Sumbing membuat hati saya semakin berteriak, Tuhan, Saya Bangga Lahir di Indonesia.

Ane Disiksa Gunung Prau
Puncak GN Prau

 

Ane Disiksa Gunung Prau
Puncak Gunung Prau
Advertisements